KOMISI I MINTA PENERIMAAN SISWA BARU PERLU PENANGANAN YANG BAIK

Humas Setwan – DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menilai system penerimaan siswa baru perlu penanganan yang baik dari pemerintah daerah, hal itu dikarenakan masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat. “Para orangtua siswa pada mengeluhkan masih kebingungan yang dilakukan pihak sekolah ” kata anggota partai FAN Fawahisah Mahabattan di Rapat kerja Komisi I DPRD Kabupaten Tanah Bumbu dengan dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Sekolah SLTA se Kabupaten Tanah Bumbu pada Kamis (24/05) baru-baru tadi.

Program pendidikan yang disampaikan pemerintah daerah sebetulnya bagus, namun sayang pelaksanaannya selama ini masih belum berjalan sesuai dengan harapan, hal itu dibuktikan dengan masih adanya permasalahan setiap penerimaan siswa baru, Kata ” Fawahisah Mahabattan.

Menurut Fawa, dalam penerimaan siswa baru sebetulnya bukan hal yang baru, meski demikian belum dapat di tangani dengan baik, sehingga masih ada saja laporan kepada pihaknya. Untuk penerimaan siswa baru yang akan datang pemerintah daerah harus menangani dan melakukan pemgawasan dengan serius agar yang dilakukan sekolah tidak terulang lagi. “Kami menyarankan dalam penerimaan siswa baru yang akan datang sebaiknya menggunakan regulasi yang jelas,” ungkapnya.

Sementara itu H. Hasanuddin.S.Ag Waket DPRD selaku pimpinan rapat mengingkikan siswa didik yang dekat dengan sekolah tempat tinggalnya agar lebih diprioritaskan menjadi murid didik sekolah tersebut. Hasanuddin juga meminta dinas terkait segera menyelesaikan aturan tersebut, dan jika ada permasalahan dilapangan agar bisa berkoordinasi serta bermusyawarah dengan pihak DPRD, agar kami juga ikut membantu dan mensosialisasikannya, “paparnya.

Selanjutnya dari Dinas Pendidikan kab.Tanbu Abdul Latif mengatakan, “Mulai tahun ajaran 2017-2018, pemerintah menetapkan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru, artinya hanya menerima siswa yang berdomisili sesuai zona wilayah sekolahnya. Ini supaya tidak ada segelintir sekolah yang dianggap favorit dan jadi tujuan semua siswa. Alasan lain, adalah agar semua siswa tertampung, tidak ada yang disisihkan,”Ucapnya.

Abdul latif juga menginformasikan, Waktu penerimaan murid baru sudah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 17 tahun 2017. Masih dalam penggodokan , berdasarkan tempat tinggal terdekat, masih dalam kajian masing-masing kecamatan sampai hari ini belum selesai. Di zonasi daerah-daerah padat penduduk misalanya kec. simpang empat secara detailnya belum bisa menyampaikan. Untuk SLTA kewenangannya ada di provinsi, ” jelas Abdul Latif.

M.Condro Kasianto kapsek SMAN 1 Simpang Empat, sekolah kami dalam penerimaan siswa didik baru mengacu pada Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2018. Untuk SLTA mengacu pada juknis, Perbup penerimaan siswa didik baru meliputi beberapa tahapan. Pendaftaran tgl 25 sd 27 juni, daftar ulang, pengumuman dan pengrekrutan murid tgl 16 juli 2018 nanti.

Menurut Condro, SMU dan Aliyah pada umumnya menggunakan system domisili, kami menerima murid didik dari jalur prestasi sebesar 5 %, selanjutnya dari zonasi masing-masing per kecamatan. System Zonasi bagus untuk pemerataan peserta didik. Sedangkan untuk SMK ada sedikit perbedaan tidak menggunakan zonasi karena ada jurusan-jurusan, “tandasnya.

Relddn/hms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *