LAHAN AREA KUBAH PAGATAN AGAR DIINVENTARISIR PINTA DEWAN

Humas Setwan – Setelah melaksanakan monitoring dan hearing ke makam / kubah keturunan Syech Arsad Al Banjari yang berada di pagatan belum lama tadi, DPRD Kabupaten Tanah menyikapinya dengan menggelar rapat bersama dengan menghadirikan intansi dan dinas, serta yang terkait pada Rabu (12/09) baru-baru tadi.

Adapun yang di undang oleh Rapat Gabungan Komisi DPRD ini antara lain menghadirkan, Asisten I Bidang Pemerintah Kab.Tanbu, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Disperkimtan, Camat Kusan Hilir, Kades Kampung Baru, mantan kades an Sahruddin Polla dan perwakilan masyarakat sekitar lahan kubah yang bermukim atau
pihak yang mengelola makam.

H. Hasanuddin,S.Ag Wakil Ketua DPRD Tanbu selaku pimpinan rapat tersebut mengungkapkan, maraknya kendaraan rombongan peziarah terpantau hilir mudik di kompleks makam Keturunan Syech Arsad Al Banjari Pagatan, Tak heran, gaung nama beliau sudah terdengar hingga seluruh Indonesia bahkan luar negeri, “ujarnya.

Konon beliau dipercaya sebagai salah satu Wali Allah S.W.T dan tokoh penyebar Islam di tanah Kalsel. Hal itu menjadi magnet bagi masyarakat untuk berziarah. Kami percaya betul kalau sosok beliau adalah orang suci yang ditugasi Allah S.W.T. menyebarkan ajaran tauhid sampai di tanah bumbu ini, “Ungkap H. Hasanuddin.

Tentunya ini merupakan sebuah keberuntungan bagi Tanah Bumbu, dengan keberadaan makam tersebut menjadi sebuah obyek wisata relegi bagi sebagian orang yang mempercayainya. keberadaan ini juga berdampak pada lingkungan sekitar makam. Banyak rumah, tempat berjualan yang dibangun di depan, samping area kubah, ada juga pengelolaan parkir yang dibuat disekitar, sehingga kawasan yang dulunya lapang sekarang menjadi tampak kumuh.

“Permasalahan inilah yang akan dijadikan pintu masuk untuk mendapat status lahan tanah yang lebih jelas. Dengan demikian ke depan tidak ada lagi konflik antara pemilik makam dengan warga sekitar, atau peninggalan hibah pemerintah sebelumnya,” papar anggota dewan dari PKB ini.

Sementara itu, Andi S Jaya selaku Kades kampung baru pagatan menyampaikan bahwa ia belum tahu secara jelas keberadaan letak, wilayah yang menjadi hak area makam/kubah tersebut. Ia mengatakan banyak yang mengkomplain kepemilikan lahan disekitar kubah. ” Setahu saya dulunya lahan itu merupakan lapangan sepakbola dan merupakan tanah punya desa, “jelasnya.

Selanjutnya DR.H.Ambo Sakka Asisten I Pemkab.Tanbu selaku pihak eksekutif mengatakan, “belum ada wewenang Pemerintah daerah dalam hal lahan tersebut. Ia berharap kepada camat berserta jajarannya agar memfasilitasi permasalahan ini biar lebih jelas statusnya dulu. Pemda ingin yang terbaik, kubah ini bisa menjadi cagar budaya dan menjadi milik bersama, “kata H.Ambo Sakka.

Fawahisa Mahabattan anggota dewan dari fraksi FAN ini juga menyampaikan, lahan yang statusnya tidak jelas akan berpotensi terjadi sengketa lahan dikemudian hari. Kami berharap pihak Pemda akan menginventarisir lahan di dekat area kubah tersebut guna mengantisipasi adanya konflik kepemilikan lahan dikemudian hari, selain itu diharapkan segera menelusuri asal usul tanah setiap tanah yang saat ini sudah di bagun rumah atau lainnya, harap Fawahisa sebelum melangkah selanjutnya, “katanya.

Relddn/hms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *