BANGGAR DPRD TANBU DATANGI KEMENDAG, TERKAIT PEMBANGUNAN PASAR TRADISIONAL

Humas Setwan- Memiliki pasar yang representativ merupakan harapan dari sebagian besar masyarakat Tanah Bumbu. Harapan tersebut mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu.

Berbagai upaya untuk pemenuhan harapan itupun terus dilakukan, salah satunya melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tanah Bumbu melakukan konsultasi dan koordinasi ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) belum lama tadi.

Rombongan Banggar DPRD Tanah Bumbu yang dipimpin oleh Ketua Pokja Banggar, Parman, S.Pi tersebut, disambut oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kemendag RI, Sihard Hadjopan Pohan, beserta jajaranya.

Saat pertemuan itu, Ketua Pokja Banggar DPRD Tanah Bumbu mengutarakan maksud dan tujuan kunjungannya, yakni untuk menjajaki kemungkinan adanya pembangunan pasar rakyat melalui Program Anggaran Tugas Pembantuan dari Kemendag RI.

Menurutnya, selama ini ada aspirasi dari masyarakat Tanah Bumbu yang menghendaki adanya pasar rakyat yang lebih baik, pasar yang rapi dan menarik, sehingga ekonomi masyarakat dapat lebih meningkat.

” Kita menghendaki adanya bantuan dari Pusat, terkait pembangunan pasar yang representativ, sehingga masyarakat akan nyaman melakukan aktifitas jual-belinya. Disamping itu dengan adanya kegiatan pasar yang lebih baik juga berdampak pada peningkatan perekonomian di Tanah Bumbu,” ujar Parman.

Menanggapi hal itu, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kemendag RI, Sihard Hadjopan Pohan, menyebutkan pihaknya akan menampung aspirasi yang sudah disampaikan tersebut, dan akan menindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimilikinya.

Dikatakanya, data dari Kemendag tercatat sudah ada 4.211 pembangunan pasar yang sudah terialisasi melalui program revitalisasi pasar oleh Pemerintah Pusat. Dan sisanya akan segera direalisasikan sebelum akhir periode pemerintahan.

” Kami menargetkan sebanyak 5 ribu pembangunan pasar pada priode pemerintahan ini, dan saat ini sudah terialisasi sebanyak 4 ribu lebih,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya, ada sejumlah sarat yang dipenuhi untuk mendapatkan program tersebut, diantaranya pasar yang akan dibangun, harus merupakan pembangunan pasar yang baru dan harus berdasarkan prototype yang diatur dalam Permendag RI Nomor 2 Tahun 2019 serta wajib memenuhi semua persyaratan SNI Indonesia Pasar Raya.

RelYnr/hms

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://www.hostinger.co.id/tutorial/pengertian-chmod-dan-chown-untuk-ganti-permission-di-linux/#gref http://gedelumbung.com/tutorial-dan-pengertian-chmod-change-mode/