MENYIKAPI PENERAPAN SISTEM ZONAS PPDB, KOMISI I KUNJUNGI DINAS PENDIDIKAN BANJARMASIN

Humas Setwan – Menyikapi aturan baru terkait penerapan sintem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),Komisi I DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (Kab.Tanbu) melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin untuk mencari informasi pembanding terkait penerapan aturan tersebut di Kab. Tanbu, Senin (08/7).

Pada pertemuan itu, Wakil Ketua DPRD Tanbu, H. Hasanuddin menyampaikan maksud kedatangannya. Menurutnya, kunker dilaksanakan dalam upaya mencari jalan keluar dari kerumitan yang terjadi dimasyarakat terkait penerapan sintem zonasi pada PPDB di Kab. Tanbu.

“tugas kami di Komisi I juga membidangi masalah pendidikan merasa terpanggil terkait persiapan penerapan sistem zonasi ini,” ujarnya.

Penerapan sitem zonasi, lanjut Hasanuddin, memerlukan perencanaan dan persiapan yang baik. Disamping itu, sistem tersebut juga harus disosialisasikan kepada masyarakat dengan tujuan untuk menghidari kesalah pahaman dari orang tua murid.

Pada kesempatan itu, Hasanuddin juga meminta masukan terkait pelaksanaan sistem zonasi PPDB di Kota Banjarmasin, karena diketahui penerapan sistem ini sudah berjalan dengan baik dan tidak menemui kendala yang berarti di wilayah seribu sungai tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, M. Pd menjelaskan, Penerapan sistem zonasi di Kota Banjarmasin berjalan dengan baik, sebab Pemkot Banjarmasin menerapkan sejumlah kebijakan yang dapat mempermudah pelaksanaan sistem tersebut.

Kebijakan tersebut, menurut Totok, dituangkan dalam sebuah Surat Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 31 Tahun 2019 tentang penerimaan peserta didik baru dan di perjelas dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nomor 240/630-PSMP/DIPENDIK/2019 tentang Petunjuk Teknis PPDB.

” Kami membuat sejumlah kebijakan terkait sistem zonasi pada PPDB di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Kebijakan tersebut antara lain membuat rekomendasi kepada sekolah untuk bisa menerima siswa baru meskipun mereka berada diluar zonasi. Hal itu bertujuan untuk pemerataan penyebaran siswa, sehingga semua sekolah dapat memenuhi kouta penerimaan siswa sesuai aturan.

Kemudian melakukan zonasi guru yang berprestasi, guna mendukung pemerataan peserta didik yang memiliki kualitas disetiap sekolah, sehingga diharapkan semua sekolah akan menjadi lebih baik dan difavoritkan.

Selajutnya Pemkot Banjarmasin juga membuat program yang mendorong terciptanya sekolah yang berlingkungan bersih dan menarik melalui Program Sekolah Ku Beriman. Dengan demikian sekolah yang memiliki lingkungan yang baik dan bersih akan lebih diminati oleh masyarakat.

    

Relynr/pendpg/hms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://www.hostinger.co.id/tutorial/pengertian-chmod-dan-chown-untuk-ganti-permission-di-linux/#gref http://gedelumbung.com/tutorial-dan-pengertian-chmod-change-mode/