DPRD Tanbu terima Kunker Komisi II DPRD Kab. Banjar

TANAH BUMBU – Suatu kehormatan untuk DPRD Kab. Tanah Bumbu menerima kedatangan saudara tua di Kalsel, yaitu Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Kab. Banjar yang berjumlah 14 orang, dengan tujuan untuk sharing tentang bagaimana cara mendapatkan sebuah kontribusi dari Perusda terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selasa (31/1).

Dengan mengikutsertakan Assisten II, Kabag Ekonomi Setda Banjar, dan Staf Setwan sebagai pendamping, kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua DPRD Tanah Bumbu H. Supiansyah. ZA, SE, MH beserta ke dua Wakilnya H. Hasanuddin, S.Ag dan H. Muhammad Alpya Rakhman, SE, MM.

Sebelum memberikan jawaban atas tujuan kedatangan tamu dari Kab. Banjar, H. Upi sapaan akrabnya, selaku pimpinan pertemuan tak lupa memperkenalkan anggotanya, berlanjut ke pihak yang berhadir, diantaranya H. Deni Harianto Direktur Perusda Batulicin Jaya Utama (BJU), Kepala Badan Pengawas Perusda (BJU) bersama stafnya, staf Badan Pengawas Perusda (BJU), Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Kabag Ekonomi Setda Tanah Bumbu, Kabid Pembukuan di BPRD, Kasubbag Pengendalian Bagian Perekonomian Setda.

Selanjutnya, Ketua DPRD Tanah Bumbu mempersilahkan Ketua rombongan dari Kab. Banjar untuk memperkenalkan anggotanya.

“Sehubungan dengan maksud dan tujuan mereka (DPRD Kab. Banjar. Red) datang kesini adalah ingin tahu bagaimana Kab. Tanah Bumbu bisa mendapatkan PAD dengan hasil lebih baik karena ada kontribusi dari Perusda,” Kata M. Marbawi, M.Si selaku Wakil Ketua Komisi II.

H. Supiansyah. ZA, SE, MH mengatakan, untuk menaikkan PAD tidak terlalu signifikan, karena sudah ada amanat dari Undang-Undang agar membantu BUMD, fokus untuk mendapat PAD yang lebih besar itu sangat sulit hasilnya

Pernah bermacam upaya, tambahnya, yang sudah dicoba dengan melepas beberapa perusda, karena tidak ada penambahan PAD, sehingga dianggap membebani APBD

“Perusda PT. Nusantara Batulicin Jaya kerjasama dengan PTPN XIII, hanya Perusda PDAM yang bisa berjalan karena ada kerjasama dengan pusat”, katanya.

Dikatakan Harianto, ada beberapa perusda yang dibekukan, karena tidak bisa memberikan kontribusi nyata terhadap PAD, sehingga antara birokrasi (eksekutif) dengan legislatif menciptakan ide membentuk perusda dengan nama Batulicin Jaya Utama 2013.

Selama satu tahun, tambahnya, jajaran direksi belajar administrasi bagaimana mengedepankan supaya jangan rugi. Ditahun ke dua mencoba dan karena didukung penuh oleh eksekutif dan legislatif untuk membuat terobosan usaha yang dinamakan jasa.

Pada tahun 2015 sesuai dengan amanat perdayang disetujui dan kami lakukan jasa survei, di Perusda BJU ada 5 sektor bidang kegiatan multi usaha, terdiri dari kegiatan bidang pertambangan, perhubungan, bidang pertanian dan perkebunan, jasa, dan peternakan.”jelasnya.

Dari bidang-bidang tersebut, ternyata bisa memberikan kontribusi PAD kegiatan jasa survei, 85% dikelola langsung dibekukan dimasukkan ke Dispenda.”terang Dirut BJU. (Iyan Humas).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *