Komisi II dan Komisi III DPRD Barito Timur Gali Informasi di DPRD Tanbu

TANAH BUMBU – Komisi II dan Komisi III DPRD Kab. Barito Timur Kal-Teng bersama Assisten II Setda Kal-Teng melaksanakan Kunjungan Kerja di DPRD Kab. Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Batulicin, Jum’at (10/3).

Kedatangan mereka berjumlah 15 orang dalam rangka untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan Program Kerja Alat Kelengkapan Dewan dan Tata Tertib DPRD.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Barito Timur, Broelalano membuka sebagai pengantar, dengan mengatakan maksud dan tujuan mereka, yaitu mengharapkan agar apa yang didapatkan di DPRD Kab. Tanah Bumbu ini bisa diterapkan dan menjadi manfaat di daerahnya.

Kunjungan ini diterima langsung oleh H. Supiansyah. ZA, SE, MH. Selaku Ketua DPRD Kab. Tanah Bumbu, didampingi ke dua Wakilnya yaitu H. Hasanuddin, S.Ag dan H. Muhammad Alpiya Rakhman, SE, MM beserta beberapa Anggotanya dan Sekwan.

Dalam sambutannya, H. Supiansyah mengatakan sangat senang sekali dengan kedatangan mereka, “walaupun saat ini kami dalam keadaan reses, karena ada tamu dari luar kalsel, dan juga merupakan saudara se kalimantan, kita sambut dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, H. Muhammad Alpiya Rakhman menambahkan, tentang penjadwalan komisi, setiap menjelang akhir bulan badan musyawarah (banmus) meminta kepada setiap komisi melalui stafnya untuk memberikan usulan rencana kerja (renja) bulanan agar dimasukkan kedalam jadwal bulan berikutnya.

Disisi lain, Ketua Banmus Syamsisar, S.Pd.I menjelaskan, terkait dengan Tatib DPRD, ada beberapa SOTK mengalami perubahan yang berpengaruh pada kedudukan kewenangan posisi mitra kerja komisi.

Ditambahkannya, sebelum ada perubahan komposisi SOTK, maka yang harus berubah terlebih dahulu adalah Tatib, “kalau kita merubah komposisi dulu tapi belum ada Tatib, maka tugas komisi atau badan akan bertentangan dengan Tatib DPRD, “tegasnya.

“Tentang ketua pokja, ini tidak bertentangan dengan aturan manapun, karena ini kewenangan pimpinan untuk menugaskan siapapun, “kata Syamsisar.

Dikesempatan lain, Ketua Bapemperda Andi Erwin Prasetya menyampaikan, untuk membuat raperda inisiatif, telah bekerjasama dengan perguruan tinggi, yaitu pusat penelitian yaitu Universitas Lambung Mangkurat (Unlam).

Dengan memberikan substansi dari materi yang diinginkan DPRD dan menyesuaikan kondisi masyarakat didaerah untuk dipergunakan sebaik mungkin, agar dibuatkan naskah akademiknya, ” kata Andi Erwin.

Lanjutnya, semua raperda inisiatif DPRD dibuatkan dan ada anggaran untuk naskah akademiknya, dan mempunyai anggaran perjalanan dinas sebagai pencarian naskah pembandingnya.

Ada 3 mekanisme pembahasan raperda, dibahas bapemperda, diserahkan kekomisi, direkomendasikan banmus untuk dibentuk pansus, “tambah syamsisar.

Sebelum berakhir, Wakil Ketua H. Hasanuddin menambahkan, induk dari ini semua adalah Undang-Undang Nomor 23 melalui PP yang sampai sekarang kita tunggu perubahannya. (Iyan Humas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *