Humas setwan– Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur alternatif Banjarbaru-Batulicin menjadi perhatian DPRD Kabupaten Tanah Bumbu. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi bersama instansi terkait di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (10/8/2026).
RDP dipimpin Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar, dan dihadiri anggota DPRD, Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas PUPR Tanah Bumbu, Satlantas Polres Tanah Bumbu, Polsek Mantewe, Koramil Mantewe, serta Dinas Perhubungan Tanah Bumbu.
Dalam rapat tersebut, kepolisian menyampaikan sedikitnya 13 kecelakaan terjadi di jalur tersebut dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Salah satunya kecelakaan pada 1 Agustus 2026 yang melibatkan pikap pembawa mahasiswa KKN dengan truk tangki BBM dan mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia serta satu korban mengalami luka berat.
Kapolsek Mantewe, Iptu Kusnin, mengatakan karakter jalur yang memiliki banyak tikungan, tanjakan, turunan, dan perubahan kontur membutuhkan kewaspadaan serta pengendalian kecepatan dari pengguna jalan. Kepolisian juga mendorong penambahan rambu batas kecepatan dan papan peringatan di sejumlah titik rawan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Robby Cahyadi, menyampaikan bahwa kecelakaan tidak hanya dipengaruhi kondisi jalan, tetapi juga faktor kendaraan, pengguna jalan, dan lingkungan. Dinas PUPR telah melakukan sejumlah perbaikan dan langkah mitigasi serta akan menambah papan informasi batas kecepatan.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Tanah Bumbu, Sarniah, mendorong segera dilakukan pembenahan pada titik-titik rawan, khususnya kawasan blind spot, turunan, dan tikungan tajam. DPRD juga mendorong penguatan sarana keselamatan jalan.
Anggota DPRD Tanah Bumbu, Makhruri, mengarahkan agar usulan peningkatan kapasitas dan fasilitas keselamatan jalan disampaikan kepada Komisi III untuk dikawal dalam pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar).
Melalui RDP tersebut, DPRD Tanah Bumbu mendorong penanganan terpadu bersama instansi terkait guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan di jalur alternatif Banjarbaru-Batulicin.
RelAY/hms