Humas Setwan- Melalui Rapat Dengar Pendpat ( RDP) yang digelar oleh gabungan komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tanah Bumbu bersama perwakilan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Dinas PUPR Tanbu, Dinas Lingkungan Hidup Tanbu, serta perwakilan dari PT Arutmin Indonesia dan PT. Mitrajaya Abadi Bersama (MJAB).
Rapat yang digelar di ruang rapat komisi pada Kamis(7/9/23) dipimpin wakil ketua I DPRD Said Ismail Kholill Al’idrus yang mana rapat tersebut sebelumnya dibuka oleh ketua DPRD Andrean Atma Maulani,SH,SE.
Dalam rapat terebut dibahas terkait kondisi jalan sekarang di KM 171 Satui pasca terjadi longsor tahun lalu yang mengakibatkan arus jalan tersebut tidak dapat dilewati namun hingga saat ini belum kunjung diperbaiki.
Pada RDP ini, Head Office PT.Arutmin Indonesia , Dhanku Putra mengungkapkan akan melakukan perbaikan jalan longsor di KM 171 dan untuk tahap awal yang akan dikerjakan yaitu penimbunan sesuai arahan dari Direktorat Jenderal (Dirtjen) Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.
Menurut Dhanku, pihaknya melakukan perbaikan itu bukan merupakan bentuk dari tanggungjawab, tetapi hanya sebatas kontribusinya terhadap daerah.
Namun proses perbaikan sempat terkendala oleh adanya pager seng di lokasi yang menghambat aktivitas perbaikan.
Pagar itulah yang menjadi penghambat aktivitas perbaikan jalan tersebut sehingga pihaknya bersurat kepada Bupati Tanah Bumbu.
Sedangkan, Camat Satui Ferdi Yosfi berharap agar jalan nasional tersebut segera diaspal.
“ terkait adanya pagar seng itu dibuat oleh perusahaan AKBP untuk mencegah terjadinya kecelakaan pengguna jalan dan sebagai tanda agar pengguna jalan berhati-hati” jelasnya
Setelah mendengarkan penjelasan dan pemaparan dari berbagai pihak, pimpinan rapat menyimpulkan berdasarkan penyampaian dari pihak PT Arutmin Indonesia dan BBPJN bahwa Jalan Nasional Km 171 Desa Satui Barat Kecamatan Satui segera diperbaiki dan tahap awal perbaikan jalan kilometer 171ini akan segera dimulai dengan proses penimbunan.
Sementa untuk Perencanaan awal pengerjaan telah dimulai sejak bulan Agustus 2023 dengan proses penimbunan lereng dan ditargetkan akan selesai pada awal tahun 2025.
RelAY/hms