Detail Berita

  • Home
  • Detail Berita
image
  • By Admin
  • Rabu, 15 Januari 2025

PASTIKAN FASILITAS KESEHATAN , KOMISI I DPRD TANBU SIDAK KE RSUD HUSADA

Humas setwan- Pastikan Fasiltas Kesehatan , rombongan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu yang diketuai oleh H.Boby Rahman,S.H, M.H lakukan sidak ke RSUD Husada, Rabu (15/01/2025).

Rombongan Komisi I DPRD ini meninjau berbagai fasilitas rumah sakit, mulai dari kamar kelas 1 dan kelas 2, ruang IGD, hingga laboratorium. Mereka juga berdialog dengan pasien dan tenaga medis untuk menggali masukan terkait pelayanan dan kendala yang dihadapi.

Kegiatan sidak ini dilakukan guna untuk mengetahui kekerurangan yang ada di RSUD ketika nanti ada pembahasan anggaran anggota DPRD bisa mensupport anggaran yang ada di RSUD ,terutama Komisi I DPRD

Sementara Ketua Rombongan mengungkapkan bahwa sidak ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk mendorong perbaikan fasilitas dan peningkatan pelayanan kesehatan.

Seiring dilakukannya sidak ada beberapa bangunan yang ditemukan tingkat capaian pembangunan nya masihh sekitar 15 persen diantaranya bangunan laboraturium dan cuci darah sehingga pembangunan ini masih berlanjut di tahun 2025.

RSUD Husada ini menargetkan punya 16 buah mesin pencuci darah namun untuk sekarang hanya ada 6 yang sudah terealisasi, sisanya akan dianggarkan setelah bangunan nya selesai.

Sedangkan Direktur RSUD Amanah Husada dr.Syaifullah menyebutkan RSUD Amanah Husada ini sudah naik kelas sejak bulan Maret tahun 2024 lalu,  dari kelas C menjadi kelas B sehingga memerlukan pertambahan pelayanan yang sangat banyak seperti pelayanan jiwa, pelayanan jantung, pelayanan kemoterapi, pelayanan Geriatri /Lansia dan pelayanan patologi anatomi.

Oleh karena itu lanjutnya kami sangat memerlukan hubungan dengan pihak Legisatif baik itu  terkait dengan anggaran maupun support/dukungan dan lainnya.

Sehingga dengan adanya pertambahan pelayanan tersebut apa yang menjadi target utama dalam perkembangan RSUD Amanah Husada bisa tercapai yakni mengurangi angka rujukan ke Banjarmasin dan akan menjadikan RSUD ini sebagai pusat rujukan

RelAY/hms